SD Negeri 4 Sandik bersama Yupi menyelenggarakan Sosialisasi Anti Bullying pada Sabtu, 22 November 2025, pukul 10:00 WITA di lapangan sekolah. Kegiatan ini bertujuan membangun budaya aman, saling menghargai, dan bebas perundungan bagi seluruh warga sekolah.
Dalam sesi pembuka, fasilitator memaparkan bentuk-bentuk bullying yang sering tidak disadari: fisik, verbal, sosial, dan cyber. Peserta diajak mengenali tanda-tanda, memahami dampak psikososialnya, serta langkah praktis untuk melaporkan dan menghentikan perilaku yang merugikan.
Kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif yang menekankan empati, komunikasi asertif, dan kerja sama. Melalui simulasi peran, siswa berlatih mengatakan “stop” dengan cara yang berani namun tetap menghormati, serta menguatkan teman yang menjadi target perundungan.
Guru dan orang tua diberikan panduan ringkas untuk membangun ekosistem pelaporan yang aman, termasuk cara merespons laporan secara cepat, menenangkan korban, dan melakukan tindak lanjut yang berkeadilan. Penekanan khusus diberikan pada pentingnya dokumentasi yang rapi dan menjaga kerahasiaan.
Di akhir acara, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk #StopBullying. Sekolah menegaskan bahwa setiap siswa berhak atas lingkungan belajar yang hangat dan menghargai martabat manusia, serta membuka kanal komunikasi yang ramah untuk pencegahan dan penanganan kasus.
Testimoni Guru
Rauhanun, S.Pd
Kegiatan ini membuka mata kita bahwa perundungan bisa terjadi secara halus. Anak-anak belajar cara menolak dengan tenang dan mencari bantuan dengan tepat.
Haikal Sastra Negara, S.PdI
Materi Yupi mudah dipahami dan aplikatif. Kami siap memperkuat kanal pelaporan dan memastikan tindak lanjut yang cepat dan adil.
Hj. Zahruni Markanah, A.Ma
Permainan empati sangat efektif. Siswa terlihat berani berbicara, saling mendukung, dan memahami batasan yang sehat.
Hasanudin
Komitmen #StopBullying bukan hanya slogan. Kami akan menindaklanjuti dengan kebijakan, pelatihan, dan monitoring berkala.


No comments:
Post a Comment